Tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu berhasil menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton di gelaran Festival Lembah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tampil sebagai tamu undangan, tim kesenian yang beranggotakan lima personel, yakni Abah Wawan, Bojay, Kentung, Erik, dan Bogang, menjadi satu-satunya pengisi acara yang mewakili Jawa Barat. Tim ini Rongga Budaya memainkan musik dari instrumen berbahan bambu.

Kesempatan ini merupakan pengalaman yang berharga bagi tim Rongga Budaya Dusun Bambu. Apalagi yang paling berkesan adalah sambutan antusias dari penonton. Tampil di acara Festival Lembah Ijen merupakan sebuah kebanggaan, karena yang diundang pada acara ini tidak sembarangan.

Kebanyakan adalah musisi jazz ternama. Festival Lembah Ijen tersebut dihadiri oleh maestro jazz Indonesia, Indra Lesmana.

Awalnya, Tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu hanya dijadwalkan manggung sebanyak dua kali. Namun karena apresiasi dari penonton sangat bagus, akhirnya mereka tampil sebanyak tiga kali dengan sekali tampil 30 menit.

Saat tampil di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, yang memiliki latar belakang kawasan persawahan dengan ketinggian 600 mdpl ini, lagu yang dibawakan adalah ‘Rajah’.

Alunan musik suara bambu mampu berkolaborasi dengan musik jazz. Sehingga harmonisasi musiknya masuk dengan sendirinya, meski didampingi dengan alat musik lain semisal bass atau keyboard sekalipun.

Abah Wawan sebagai personel yang piawai memainkan suling dan menjadi vokalis di tim kesenian ini menuturkan, selain tampil berkesenian, pihaknya juga membawa misi memperkenalkan alat musik bambu.

Jika umumnya orang sudah familiar dengan angklung, kini mereka bisa tahu alat musik lain dari bambu yang bisa dimainkan. Seperti suling, karinding, celempung, haliwung, koletrak, dan lain-lain.

Pemain alat musik Celempung, Bogang menambahkan, dari sekian banyak pengisi acara hanya tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu yang murni memainkan alat musik bambu.

Semua alat musik yang mereka gunakan merupakan buatan sendiri dengan observasi dan mencari bahan yang diperlukan di Saung Rongga Budaya yang ada di Dusun Bambu. Meski ada juga yang tampil menggunakan bambu tapi lebih kepada unsur pelengkap, bukan unsur inti dari musik yang ditampilkan.

Salah satu personel di tim Rongga Budaya, Bogang, mengatakan bahwa Secara umum mereka puas tampil di sana, meski persiapan ke acara yang digelar 12-13 Oktober lalu terbilang mepet. Penonton juga memberikan apresiasi yang positif dan itu menjadi bukti kalau musik bambu bisa diterima pecinta jazz yang kebanyakan merupakan kalangan menengah ke atas.

Festival Lembah Ijen digelar oleh promotor Jazz Gunung Indonesia yang juga telah menggelar Jazz Gunung Bromo. Rangkaian gelaran Jazz Gunung Series berikutnya atau tahun 2020, rencananya digelar di Gunung Burangrang Jawa Barat.

Lokasi Festival Lembah Ijen digelar di Taman Gandrung Terakota ini berada di kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Acara tersebut juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dan turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here